Pages

Helm Standar internasional Vs Helm SNI

Standar Nasional belum tentu mengacu pada Standar Internasional, tapi tidak untuk Polisi..

Membuat Paper model/papercraft

Berbagi pengalaman seputar pembuatan paper model, lumayan untuk mengisi waktu luang anda dirumah

4 Kepribadian Dasar Menurut Florence Littauer

Pahami 4 Kepribadian dasar manusia yang harus anda ketahui...

Kamera Simulator

simulator kamera untuk newbie yang akan mendalami hobi fotografi

Cermat dalam memilih Powerbank

Sayangi gadget anda dengan cermat memilih powerbank untuk gadget anda

Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2009

Membuat Paper Model

Berawal dari keisengan saya Ngaskus (baca : kaskus.co.id), akhirnya terdamparlah saya disuatu thread yaitu thread tentang Paper craft (paper model), dimana di thread tersebut membahas tentang pembuatan suatu model/replika yang terbuat dari bahan ramah lingkungan ( baca: kertas ^_^ ), yang pada akhirnya membawa saya menjadi orang yang “gandrung” akan paper model ini. Sedikit saya jelaskan tentang paper model, paper model sendiri adalah suatu model atau replika dari suatu objek maupun tokoh yang terbuat dari kertas dan pada umumnya berukuran mini, kelebihan dari paper model ini sendiri adalah sedikit biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya, lebih flexibel dan yang paling penting adalah ramah linkungan, sedangkan untuk kekurangannya sendiri adalah tidak anti air & api.
Apabila kita perhatikan, paper model ini merupakan pengembangan Origami yang lebih modern, dari metode melipat 1 (satu) lembar kertas yang konvensional menjadi seni merakit dari beberapa lembar kertas yang tidak terbatas jumlahnya dalam bentuk 3D..
Dan gak pake lama.. mari Langsung aja kita ngomong teknisnya, Cekidot... :D


Cara Membuat Paper Model

1. Sediakan model yang akan dibuat. Model bisa didapat dari beberapa sumber seperti majalah, internet, bahkan bisa buat sendiri dari file 3-Dimensi.
Referensi : www.paper-replika.com, www.hobikit-kertas.com, www.salazad.com, dsb. (Gratiss…!!)

2. Setelah mendapat model yang disukai, Print model tersebut di kertas khusus. Kamu bisa memakai kertas InkJet Paper 100gr, Concorde 100gr, atau concorde 200gr, dan jenis kertas lain.
Penting untuk diperhatikan : jenis kertas jangan terlalu tipis dan jangan terlalu tebal.

3. Setelah diprint, saatnya pemotongan dilakukan. Pemotongan dapat memakai cutter atau gunting, sesuai dengan selera dan objek yang akan dipotong. Jika objek pemotongan terlalu kecil, disarankan memakai cutter.

4. Sesaat setelah dipotong, lakukan scoring atau penandaan garis lipatan. Dapat dilakukan dengan pulpen kosong atau garis setengah kekuatan dengan cutter kepada setiap garis lipatan di model kertas.

5. Kemudian, saatnya merakit..!! Gabungkan setiap potongan dengan lem sesuai dengan instruksi perakitan atau gambar referensi.


Alat-alat yang digunakan

Peralatan dasar :
1. Cutter,(untuk memotong bagian kecil)
2. Gunting, (untuk memotong bagian yang agak besar)
3. Lem (Fox/UHU), (sebagai perekat antar-bagian)
4. Penggaris Besi, (sebagai panduan untuk cutter)

Peralatan khusus :
1. Pinset, (sebagai pengganti jari untuk menahan bagian pengeleman)
2. Cutter Pen, (Cutter khusus yang ujungnya lebih kecil daripada biasanya.)
3. Cutting Mat, (sebagai alas potong, anti slip, tidak merusak cutter, dan awet)
4. Isolasi, (untuk menambal kertas yang tidak sengaja sobek)


berikut adalah gambar dari replika yang berhasil saya buat (masih belepotan ni, maklum newbie :D)
paper craft1

08 Desember 2008

Gedung yang menggunakan tenaga angin untuk kebutuhan listriknya





Gedung yang diberi nama Cefira yang terletak di Kota Mar Del Plata, Argentina adalah gedung pertama yang mempunyai pembangkit listrik alternatif sendiri dengan menggunakan tenaga angin.

Tenaga listrik yang dapat dihasilkan adalah sekitar 4,5 KVA yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penerangan untuk lampu di gedung (seperti koridor dan sekeliling gedung) yang terdiri dari 8 lantai tersebut.

Selain teknologi turbin angin, gedung ini di desain dengan memfokuskan pada pengoptimalan tenaga matahari sehingga setiap ruangan dapat memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber cahaya (hemat pemakaian lampu).







Sumber berita

Sepeda pengangkut air khusus untuk negara berkembang




Ini dia penemuan yang sangat berarti bagi negara berkembang seperti di Indonesia yang sebagian besar penduduknya masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Aquaduct adalah sepeda yang dapat mengangkut air melalui tangki yang ada di bagian belakang serta mempunyai filter air yang dapat menghasilkan air bersih untuk (mungkin) bisa diminum langsung.

Cara kerjanya sangat sederhana, anda cukup mengisi air di bagian tangki dan saat anda berjalan, filter pembersih akan bekerja pada saat anda mengayuh pedal dan air yang sudah bersih akan dimasukkan ke dalam tangki kecil yang ada di bagian depan. Dan air bersih sudah tersedia.

Sudah saatnya pemerintah kita memikirkan solusi air bersih yang murah (bukan yang mahal) karena bahkan di Jakarta pun, air PAM yang ada banyak yang kurang memadai walaupun sudah bayar mahal. :-(

Penemuan yang sangat diilhami oleh masalah yang sering dihadapi oleh penduduk negara berkembang, kalau tidak percaya anda bisa melihat videonya di bawah ini. Bravo!!!








Sumber berita















03 Desember 2008

cara menanam tanaman hias /bunga di dalam pot

Berkebun tidak harus mempunyai lahan yang luas, pekarangan yang sempit sekalipun dapat kita manfaatkan untuk berkebun.
Misalnya dengan menempatkan tanaman di dalam pot -pot.

Berikut ini adalah cara menanam tanaman hias /bunga di dalam pot :Persiapan Media Tanam
1. Letakan beberapa pecahan batu merah (sebagai pengikat air) di dasar pot
2. Isi pot dengan campuran tanah yang ideal untuk tiap-tiap jenis
a. Campuran umum;
pasir 1/3 bagian, tanah 1/3 bagian, 1/3 bagian pupuk kandang
b. Campuran untuk jenis suka kering;

pasir ½ bagian, 1/2 bagian pupuk kandang
c. Campuran untuk jenis suka lembab
tanah ½ bagian, 1/2 bagian pupuk kandang
3. Media siap untuk ditanami.

Cara Pengepotan yang Baik
Pilihlah pot tanaman dan media tumbuh yang sesuai dengan tanaman yang akan kita potkan. Pot juga harus disesuaikan dengan tempat dimana dan bagaimana pot tersebut diletakkan.

Bila pot dan media yg telah disiapkan tersedia, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup. Isikan media kurang lebih 1/3 bagian pot. masukkan tanaman, usahakan media asal yang menempel pada tanaman masih ada, agar tanaman tidak mengalami stres saat beradaptasi dengan media yang baru.

Tambahkan lagi media tanam, sambil tanaman dipegang terus dengan sebelah tangan. Setelah hampir penuh, tekan media perlahan-lahan dengan ibu jari agar tanaman dapat berdiri kokoh. Pot jangan diisi sampai penuh, sisakan sekitar 2 cm dari bibir pot agar mudah waktu melakukan penyiraman.

Setelah pengepotan selesai, siramlah tanaman secukupnya. Dinding luar dan dasar pot dibersihkan dari kotoran dan media tanam yang masih menempel sebelum diletakkan pada tempat yang diinginkan.

Cara Pengairan yang Tepat

Beberapa cara untuk mengairi tanaman pot dalam ruangan yaitu :

1.Air diberikan melalui alas pot. Dengan cara ini air akan meresap ke atas ke media tanam dengan melalui sistem kapiler. Keuntungan media tidak terlalu basah, tetapi ketersediaan air cukup terjamin. Untuk membantu peresapan air ke media tanam sebaiknya dipasang tali dari media ke alas pot melewati lubang drainase.

2.Air diberikan langsung pada media tanam. Pada cara ini air dapat disiramkan langsung pada permukaan media tanam atau juga dapat melalui pipa yang ditancapkan ke media tanam. Usahakan air siraman tidak mengenai tanaman secara langsung.

Waktu terbaik untuk melakukan penyiraman tanaman adalah di pagi hari kira-kira jam 7 -10 (sore juga ok ).

Salah satu tanaman bunga, hias dan hortikultura/buah yang cocok di tanam di halaman rumah adalah :

1.Tanaman Bunga Bougenville.
Tanaman ini selain punya bentuk yg indah, gampang hidup, bisa di modifikasi warna dan bunganya juga berfungsi sebagai filter debu untuk rumah kita.Selain itu tanaman ini tidak terlalu besar dan akarnya pun tidak merusak pagar atau tembok rumah karena akarnya yg lembut tapi kuat.

Kalau halamannya lumayan besar, menurut saya pohon palem sangat bagus dan dapat membuat kesan indah/asri.
Untuk tanaman kecil lainnya, banyak sekali yang bisa ditanam contoh : anggrek, mawar, melati, alamanda, kembang sepatu, dll

2.Tanaman Peneduh
Pohon mangga gampang merawatnya, cocok untuk peneduh, dan tentunya bisa dinikmati buahnya.
Pohon peneduh menciptakan “iklim” mikro, sehingga angin yg masuk ke pekarangan dan ke dalam rumah akan lebih sejuk karena telah mendapat bulir2 uap air, mangga adalah salah satu yg tajuk pohonnya tepat sbg peneduh.

3.Tanaman Penyerap Racun
Tanaman hias dan bunga yang memiliki fungsi sebagai penyerap racun antara lain: lidah mertua, krisan, lidah buaya, sansiviera, andong, aglonema, beringin. Bahkan lidah mertua mampu menyerap logam berat seperti timbal yang paling berbahaya yang ada di udara.
Jenis aglonema sangat cocok ditanam di sekitar rumah bagi perokok karena segala jenis aglonema, selain mampu menyerap CO2 juga bisa menyerap nikotin dengan baik.

4.Tanaman Penolak Nyamuk
Tanaman yang berfungsi sebagai hiasan sekaligus penolak nyamuk, antara lain, selasih, tahi kotok, suren, zodia, geranium, rosemary dan tembelekan. Yang bisa dijadikan anti nyamuk oles alami misalnya, kenanga, lavender dan catnip.
Nyamuk tidak menyukai beberapa jenis tanaman tersebut karena mengeluarkan senyawa yang tidak disukai bahkan bisa mematikan nyamuk.
”Makin banyak menanam tanaman hias penangkal nyamuk di halaman dan taman rumah, makin kecil ketergantungan kita terhadap obat nyamuk berbahan kimia”.



10 Oktober 2008

Membuat Kompos

Pendahuluan
Untuk menunjang intensifikasi pekarangan di Irian Jaya telah dikaji teknik percocok
tanam sistim pupuk organik pada usahatani pekarangan. Sistim ini ternyata
menghasilkan volume tisik dan penerimaan petani yang lebih besar. Selain itu
anjuran terhadap teknik bercocok tanam dengan cara pupuk organik didasari atas
pertimbangan bahwa para petani di Irian Jaya pada umumnya belum menggunakan
pupuk dan pestisida secara intensif.
Penerapan sistim pupuk organik juga mempunyai aspek pelestarian lingkungan.
Dalam teknik bercocok tanam ini dianjurkan pengolahan tanah ganda, pembuatan
bedengan tinggi, penambahan pupuk kandang dan sistim tumpangsari. Karena
ketersedian pupuk kandang masih terbatas maka dilakukan adaptasi dengan
mengurangi pupuk kandang dan memberikan pupuk kompos.
Berikut ini adalah cara membuat kompos.



Cara membuat kompos
Ada beberapa alternatif cara yang dipilih sesuai kondisi lokal.

- Kompos jadi siap pakai
Pada daerah yang banyak terdapat sampah kota dan desa yang telah mengalami
proses pembusukan dan penghancuran yang cukup lama di alam terbuka, dapat
diterapkan cara ini, sebagai berikut:
- Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti
tanah
- Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
- Jemur sampai kering, lalu ayak
- Bubuhkan 50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.

Bahan:
- 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
- 6,5 m3 kulit buah kopi
- 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
- 30 kg abu dapur atau abu kayu

Cara Membuat
1). Buatlah bak pengomposan dari bak semen.
Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah
satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m
(panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang
dihasilkan berair dan lunak.
2). Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak
pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme
aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas
tumpukan bahan tadi dengan abu.



3). Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk,
perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik
akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera
menurun lagi.
4). Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan
campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat
proses pengomposan.
5). 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -
3 bulan kompos sudah cukup matang.
6). Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 %
saja.
Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi
dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro atau
lainnya.

- Kompos Sistem Bogor
Bahan :
- Sampah mudah lapuk (garbage)
- Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
- Kotoran ternak memamah biak
- Abu dapur atau abu kayu

Cara Membuat:
1). Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan
berukuran 2,5 x 2,5 meter.
2). Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi
tipis-tipis dan merata.
3). Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
4). Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.


5). Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
6). Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan
60 hari.
7). Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.
Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan
pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat
menggagalkan proses pengomposan.
(SR/021 /97)

Sumber:
1). Apriadji, W.H. 1989. Memproses Sampah
Penebar Swadaya Jakarta
2). Sihombing S. 1995. Laporan Pengkajian Sistem Pupuk Organik Pada
Usahatani
Pekarangan di Desa Besum Kabupaten Jayapura